Traveling itu apa sih? What is traveling for you?

24 July 2018 5, Jalan Universiti, Bandar Sunway, 47500 Subang Jaya, Selangor, Malaysia

traveling
Menuju Taipei
Kalau ditanya soal traveling, apa sih yang ada di pikiran kalian? kalau saya sih, hal pertama yang muncul di kepala saya pasti tidak jauh dari kata jalan-jalan atau boleh di kata traveling selalu identik dengan bersenang-senang. Mungkin sebagian besar dari orang di luar sana juga memikirkan hal yang sama. Memang sih jika diliat dari segi arti, kata traveling sendiri adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Wikipedia sendiri menerjemahkan kata travel as the movement of people between distant geographical location which can be done by foot, bus, train or even plane. Namun, dibalik itu semua makna traveling bagi para traveler sebenarnya sangatlah luas. 

Masih ingat tidak seorang cendekiawan maroko yang pernah berkelana ke berbagai pelosok dunia? Siapa lagi kalau bukan Muhammad bin Batutah atau lebih dikenal dengan sapaan Ibnu Batutah, seorang cendekiawan muslim asal Maroko, yang telah menghabiskan 30 tahun dari masa hidupnya untuk berkunjung ke berbagai negara. Seorang Ibnu Batutah yang namanya senantiasa harum di kalangan cendekiawan karena sampai saat ini buku pengalaman hidupnya tentang abad pertengahan masih menjadi sumber rujukan khususnya di kalangan Muslim. Sosok yang dapat dijadikan panutan bagi banyak orang dalam membuka pandangan mereka tentang banyaknya hal yang dapat diperoleh dengan memberanikan diri untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Sebagai seorang muslim, saya sangat bangga mengenal sosok Ibnu Batutah meski hanya melalui tulisan. 

Salah satu quote-nya yang selalu terngiang di kepala saya saat mendengar kata traveling adalah :

"Traveling- it leaves you speechless then turns you into a storyteller”

Saya sangat termotivasi saat pertama kali menemukan quote ini, kalau bahasa kerennya dengan penekanan yang lebih sempurna saya akan mengatakan I could not be more motivated after finding this quote. Dimana saya betul-betul menyadari tentang sebuah kebenaran bahwa hanya orang yang pernah mengalami sesuatu yang akan betul-betul mengerti akan hal tersebut. This quote really opened my way of thinking untuk berani dalam melangkah, melihat, dan belajar dari hal-hal baru, ditempat yang baru, yang bahkan di luar zona nyaman saya. 

Selain Ibnu Batutah, tentu masih banyak penjelajah-penjelajah dunia yang tentunya memiliki inspiring story-nya masing-masing seperti Christopher Columbus sebagai sosok yang tangguh dalam mengarungi lautan hingga menemukan sebuah dunia baru, Vasco da Gama sebagai sosok penjelajah asal portugis yang telah menghabiskan waktunya hampir satu dekade dan berhasil menjadi orang pertama yang memperkenalkan bumbu dapur seperti lada dan kayu manis di benua eropa, serta Kapten James Cook sebagai sosok traveler eropa yang berhasil menemukan pulau Hawaii, dan tentunya masih banyak lagi.

Orang-orang hebat di atas tidak lain merupakan orang biasa yang berani meninggalkan tempat kelahiran mereka sehingga lahir sebagai orang-orang besar yang namanya dikenal sepanjang masa dengan alasan yang sangat sederhana yaitu TRAVEL

Bisa kita bayangkan, tanpa travel bagaimana mungkin kita bisa mengetahui dunia luar, tanpa travel bagaimana mungkin kita bisa mengetahui sesuatu yang baru, tanpa travel kita hanya akan terkungkung hanya di satu tempat, bahkan tanpa travel kita tidak akan mungkin berkembang. Segala informasi yang sekarang ini dapat kita nikmati dengan mudah tanpa kita sadari merupakan buah dari para penjelajah yang telah berjasa. Kita belajar dari informasi yang telah mereka dapatkan. 
Kuala Lumpur
Transit di Kuala Lumpur Malaysia
Sekarang sudah tahu kan kalau traveling sebenarnya tidak hanya sebatas jalan-jalan dan menghabiskan uang tapi jauh dibalik semua itu maknanya sangatlah luas. Sebagian orang mengatakan you only live once, leave you comfort zone and learn new things, sebagiannya lagi mengatakan I prefer to have little but I can see many things than having many things but only see little. 

Setuju gak dengan kalimat di atas? Kalau saya sih YES 😉
See you in the next story..... Eitss jangan lupa untuk baca cerita saya saat berkunjung ke Taiwan kemarin yah....😘

6 comments

  1. "I prefer to have little but I can see many things than having many things but only see little" yes banget dengan qoute tsb. Travelling memang bukan sekadar jalan-jalan tapi banyak yang bisa didapatkan dari travelling. Yip, kita bisa belajar ya dari Ibnu Batutah atau cendekiawan muslim lainnya yang semasa hidupnya sering melakukan perjalanan atau travelling dan belajar atau menemukan banyak hal dari perjalanannya.

    ReplyDelete
  2. Berkelana sekaligus belajar ya Ida. Ida punya agenda dalam berapa bulan ke luar dari zona nyaman, kah?

    ReplyDelete
  3. Saya setuju bahwa traveling membuka cakrawala berfikir karena melihat hal-hal yang berbeda dengan keseharian kita. Walaupun tiap orang memiliki cara traveling yang berbeda namun tujuannya tetap sama.

    ReplyDelete
  4. Saya sebenarnya bukan orang yang suka traveling. Mengunjungi suatu tempat sebenarnya suka, tapi ada part yang saya paling takuti dari traveling itu. Yaitu adalah ketika saya harus naik pesawat. Sumpah saya ngga tau trauma banget kalo naik pesawat. :(

    ReplyDelete
  5. Saya sendiri agak menyesal tidak banyak melakukan travelling saat belum menikah dulu. Paling enak jalan sendiri buat saya lalu bertemu orang baru, kalau jalan bareng suami dan anak sekarang sa rasa lebih banyak capeknya 🤣

    ReplyDelete
  6. bagi saya, traveling berarti mengenali dan menyelami kehidupan orang-orang yang saya jumpai dalam perjalanan. bukan sekadar datang, foto lalu unggah di media sosial.

    ReplyDelete

Thank you for reading, please leave a comment! ^^

Latest Instagrams

© Sluggish🐌journey. Design by FCD.